Kuliah Perdana dan Stadium General Magister PAI ISIMU Pacitan Resmi Digelar, Menyalakan Semangat Ilmuan Berkarakter dan Berdampak

Kuliah Perdana dan Stadium General Program Pascasarjana Magister PAI ISIMU Pacitan Foto: Tim Kreatif PMB/ISIMU Pacitan

ISIMU PACITAN — Suasana hangat penuh antusiasme menyelimuti Aula Utama Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan pada Sabtu (23/5/2026) saat kegiatan Kuliah Perdana yang dirangkaikan dengan Stadium General Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) resmi digelar. Mengusung tema “Upgrading Keilmuan PAI Menuju Generasi Unggul, Membangun Ilmuan PAI yang Berilmu, Beradab, dan Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum awal yang menandai dimulainya perjalanan akademik sekaligus ikhtiar membangun tradisi keilmuan yang kuat.

Sejak kegiatan dimulai, atmosfer akademik terasa begitu hidup. Aula dipenuhi semangat dan harapan baru. Bukan sekadar pembukaan perkuliahan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara cita-cita, perjuangan, dan gagasan besar tentang masa depan Pendidikan Agama Islam.

Dalam sambutannya, Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui hingga Program Magister PAI ISIMU Pacitan dapat hadir dan memulai langkah besarnya. Menurutnya, pencapaian tersebut lahir dari proses yang tidak singkat, penuh perjuangan, kesabaran, dan doa dari banyak pihak.

Dengan nada hangat, ia juga menyapa para mahasiswa baru Magister PAI yang kini menjadi bagian penting dari sejarah awal perjalanan program tersebut.

“Hari ini bukan sekadar dimulainya perkuliahan, tetapi dimulainya perjalanan besar yang telah lama diperjuangkan. Program ini lahir melalui proses panjang, penuh ikhtiar, dan kerja keras banyak pihak. Karena itu, kami menyambut Bapak-Ibu semua dengan penuh kebanggaan. Selamat datang di keluarga besar Magister PAI ISIMU Pacitan. Mari kita tumbuh bersama, belajar bersama, dan menorehkan sejarah bersama,” ungkapnya.

Ucapan tersebut disambut hangat oleh peserta. Tepuk tangan menggema di aula, menghadirkan suasana haru sekaligus optimisme yang terasa begitu lekat.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) ISIMU Pacitan, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan Stadium General. Kehadirannya disambut meriah oleh para peserta yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal.

Dalam arahannya, Prof. Sarjito memberikan penguatan kepada para mahasiswa agar menjadikan pendidikan sebagai proses membangun kualitas diri sekaligus pengabdian bagi masyarakat.

Menurutnya, gelar akademik harus sejalan dengan tumbuhnya karakter dan tanggung jawab sosial.

“Saudara sedang memasuki ruang pembelajaran yang lebih tinggi. Maka jangan hanya mengejar kecerdasan, tetapi bangun pula adab, integritas, dan semangat memberi manfaat. Sebab orang berilmu yang sesungguhnya bukan hanya dikenal karena pengetahuannya, tetapi karena dampak baik yang ditinggalkan untuk masyarakat,” pesannya.

Pesan tersebut disambut riuh tepuk tangan. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi lebih hidup ketika para mahasiswa merespons dengan penuh semangat.

Puncak kegiatan berlangsung dalam sesi Stadium General yang menghadirkan Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag. dengan materi “Upgrading Keilmuan PAI Menuju Generasi Unggul dan Berkarakter.” Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai gagasan secara mendalam namun dengan cara yang segar dan menggembirakan.

Dengan gaya khas yang komunikatif dan sesekali diselingi humor ringan, Prof. Sutrisno mengajak peserta memahami bahwa tantangan Pendidikan Agama Islam saat ini menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki keberpihakan pada kemaslahatan.

“Generasi unggul tidak dibentuk hanya oleh banyaknya pengetahuan yang dimiliki. Mereka lahir dari proses panjang belajar, pembiasaan karakter, dan kesadaran bahwa ilmu harus menghadirkan manfaat. Pendidikan Agama Islam harus melahirkan ilmuan yang bukan sekadar pandai berbicara, tetapi mampu menjadi solusi dan membawa perubahan,” paparnya.

Penyampaian yang mendalam namun ringan tersebut membuat suasana forum terasa hidup. Sesekali tawa peserta pecah ketika narasumber menyisipkan ilustrasi yang dekat dengan realitas keseharian, namun di saat yang sama peserta tetap tampak serius mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Kuliah Perdana dan Stadium General itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda pembuka perkuliahan. Di Aula Utama ISIMU Pacitan menjadi saksi tumbuh semangat baru dan harapan besar untuk melahirkan ilmuan Pendidikan Agama Islam yang berilmu, berkarakter, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan peradaban. Sebab dari ruang-ruang akademik seperti itulah, perjalanan besar sering kali dimulai.(*)

 

*) Penulis: Abi W.

Editor: Tim Kreatif PMB

Scroll to Top