Mahasiswa ISIMU Pacitan Kunjungi Masjid Istiqlal, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Mahasiswa ISIMU Pacitan Kunjungi Masjid Istiqlal Foto: Humas ISIMU Pacitan

Di tengah rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Jakarta, mahasiswa Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan memanfaatkan kesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal, Senin (18/5/2026), sebagai ruang belajar kebangsaan, sejarah, dan moderasi beragama secara langsung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui pendekatan kontekstual di luar ruang kelas.

Sejak memasuki kawasan Masjid Istiqlal, suasana antusias tampak menyertai rombongan mahasiswa. Beberapa mahasiswa terlihat mengabadikan momen di pelataran utama, sementara lainnya menyimak penjelasan mengenai sejarah pembangunan masjid, filosofi arsitektur, hingga peran Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.

Selain menyaksikan secara langsung kemegahan masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut, mahasiswa juga memperoleh pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan yang melekat pada keberadaan Masjid Istiqlal. Kehadiran masjid yang berdiri di jantung ibu kota dipandang tidak hanya sebagai pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga representasi harmoni sosial dan keberagaman Indonesia.

Ketua Panitia KKL ISIMU Pacitan, Eka Danik Prahastiwi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai agenda wisata religi, melainkan sarana pembelajaran lapangan yang memperkaya perspektif mahasiswa. Menurutnya, Masjid Istiqlal menyimpan nilai historis sekaligus pesan kebangsaan yang penting dipahami generasi muda.

“Masjid Istiqlal memiliki nilai sejarah dan kebangsaan yang sangat kuat. Mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai semangat persatuan, toleransi, dan moderasi beragama yang tercermin dari keberadaan masjid ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan KKL ISIMU Pacitan tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang mampu memperluas cara pandang mahasiswa terhadap kehidupan sosial, budaya, dan kebangsaan.

Salah satu mahasiswa peserta KKL mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan ke Masjid Istiqlal menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang makna sebuah ruang ibadah dalam konteks kehidupan berbangsa.

“Saya baru mengetahui bahwa Masjid Istiqlal bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki makna besar sebagai simbol persatuan dan toleransi di Indonesia. Pengalaman ini membuat kami belajar banyak hal secara langsung,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, berharap kegiatan KKL dapat menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman lebih luas dan aplikatif bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan realitas sosial dan sejarah bangsa.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata melalui kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan edukatif. Dari sini mahasiswa dapat belajar tentang nilai kebangsaan, religiusitas, dan kehidupan sosial secara langsung,” ungkapnya.

Kunjungan ke Masjid Istiqlal menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKL mahasiswa ISIMU Pacitan selama berada di Jakarta. Lebih dari sekadar agenda kunjungan, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa ruang belajar tidak selalu berada di dalam kelas, tetapi juga hadir melalui pengalaman langsung yang mempertemukan mahasiswa dengan sejarah, kebangsaan, serta nilai-nilai keberagaman dalam kehidupan masyarakat.(*)

*) Penulis: Winarno

Editor: Winarno

Scroll to Top